Beberapa anak punya postur tubuh membungkuk dengan berbagai alasan. Namun jika kondisi ini dibiarkan terus menerus akan membuat postur tubuhnya bermasalah suatu saat nanti. Karena itu bantulah anak memperbaiki postur tubuhnya.
Postur tubuh anak yang membungkuk biasanya disebabkan karena anak lebih sering duduk dengan posisi malas atau merasa malu dengan adanya perubahan di dalam tubuhnya.
Kondisi ini tentu saja tidak bisa dikesampingkan, karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Karena itu orangtua harus memeriksa lingkungan sekitar anak dan memastikan bahwa anak mendapatkan fasilitas yang mendukung untuk menciptakan postur tubuh yang tepat.
Showing posts with label info anak sehat. Show all posts
Showing posts with label info anak sehat. Show all posts
Tuesday, July 27, 2010
Thursday, December 17, 2009
Payudara Bocah Lelaki Abnormal Akibat Mainan Mengandung Ftalat
Washington, Jika sebelumnya diketahui zat kimia yang terdapat pada mainan plastik bisa membuat anak laki-laki sifatnya menjadi feminin, kini penelitian terbaru menunjukkan zat kimia tersebut juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan payudara abnormal pada anak laki-laki.
Zat kimia yang bernama ftalat ini keamanannya memang telah diragukan oleh sejumlah ilmuwan. Ftalat selama ini diklaim oleh perusahaan mainan untuk melembutkan mainan yang terbuat dari plastik dan menstabilkan pengharum yang aman.
Zat kimia yang bernama ftalat ini keamanannya memang telah diragukan oleh sejumlah ilmuwan. Ftalat selama ini diklaim oleh perusahaan mainan untuk melembutkan mainan yang terbuat dari plastik dan menstabilkan pengharum yang aman.
Tuesday, October 20, 2009
Warna Untuk Anak
Warna dan anak adalah dua elemen yang tak terpisahkan. Dari bayi, anak sudah mengenal warna. Terbukti, mereka lebih menyukai mainan berwarna primer seperti merah, biru, dan kuning ketimbang yang berwarna pastel.Beberapa ahli psikologi seperti Hemphill di tahun 1996, Lang di tahun 1993, dan Mahnke di tahun 1996, telah melakukan penelitian mengenai warna dan hubungannya dengan emosi anak. Hasilnya, mereka mengakui memang ada hubungan antara warna dengan emosi anak, walaupun ada beberapa hal yang masih meragukan.
Friday, October 16, 2009
Cerdas Optimal Berkat Stimulasi Dini
Ia menjelaskan, fase paling peka dalam pembentukan otak sebagai wadah kognitif atau yang biasa dikenal dengan "golden age" adalah usia satu hingga lima tahun, selain pada saat anak masih di dalam kandungan.
Stimulasi pada periode usia tersebut sangat mempengaruhi luas dan besarnya wadah pengetahuan sehingga menjadikan seseorang memiliki kemampuan berpikir yang luar biasa. Namun, sebaliknya jika wadah pengetahuan tidak pernah mendapat rangsangan, akan menjadi sempit dan kecil sehingga membentuk seorang individu memiliki kemampuan berpikir yang terbatas.
Menarik Garis Tipis antara Menyayangi dan Memanjakan
Menjadi orangtua bukanlah tugas yang mudah. Apalagi tidak pernah ada buku panduan mengenai proses pengasuhan anak yang bisa berlaku sama untuk setiap anak, sebab setiap anak istimewa dalam caranya masing-masing. Hal itu juga yang seringkali membuat orangtua berlebihan mengekspresikan kasih sayang sehingga terkesan memanjakan. Padahal sikap berlebihan semacam itu justru bisa memicu sikap anak yang tidak mandiri dan kurang menghargai orangtua.Menyayangi dan memanjakan memang memiliki perbedaan yang sangat tipis. Orang tua kerap merasa ingin membantu saat anak terlihat repot sendiri mengerjakan hal yang harus mereka kerjakan tapi tidak tahu caranya. Akhirnya, orangtua yang mengerjakan pekerjaan tersebut.
Misalnya, saat anak terlihat tidak mampu mengikat tali sepatunya sendiri, maka orangtua pun turun tangan dan mengikatkan tali sepatunya. Sekilas, hal itu tampak seperti mendukung anak tapi pada akhirnya malah memanjakan mereka.
Tuesday, October 6, 2009
Telur Bantu Perkembangan IQ Anak

Yogyakarta, Jangan pernah mengabaikan telur dalam makanan anak. Cukup dua butir telur setiap hari dapat membantu perkembangan IQ (intelligence quotient) anak serta mengobati penyakit defisiensi yodium yang banyak diderita murid di daerah pegunungan.
Hal itu diungkapkan ahli gizi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Toto Sudargo, SKM, M.Kes, saat memaparkan hasil penelitiannya kepada wartawan, di FK UGM, Bulaksumur Yogyakarta, Senin (5/10/2009).
"Dua keuntungan bila anak-anak kita mau mengkonsumsi telur, dua butir setiap harinya," kata Toto.
Monday, October 5, 2009
Anak Terkena Flek Paru-paru Belum Tentu TBC
Jakarta, Seringkali saat anak menderita flek paru-paru langsung dikaitkan dengan penyakit tuberculosis (TB/TBC). Padahal tidak semua flek yang terlihat pada paru-paru adalah TB.Istilah flek paru-paru sering kali digunakan, meski dalam dunia kedokteran sendiri tidak ada penyakit bernama flek paru-paru. Hampir semua penyakit yang menyerang atau berhubungan dengan paru-paru akan menimbulkan flek di paru-parunya. Flek itu sendiri berasal dari bahasa belanda yang artinya noda.
Biasanya anak yang mengalami batuk berkepanjangan serta tidak kunjung berhenti disarankan untuk melakukan rontgen. Rontgen ini berguna untuk melihat apakah ada flek atau tidak, serta melihat ukuran dan bentuk dari flek itu sendiri. Namun untuk mengetahui penyebab pastinya harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Monday, September 14, 2009
Mengatasi Perilaku Anak yang Bossy
Jakarta, Banyak anak bertingkah layaknya seperti bos atau suka memerintah yang dilakukannya kepada orangtua, kakak atau teman sebayanya. Meskipun terlihat alami dan jujur, tapi perilaku yang suka memerintah (bossy) ini tidak bisa ditoleransi.Beberapa anak memang ada yang terlahir dengan memiliki kepribadian yang kuat, bukan karena didikan orangtua tapi memang dasar dari anak tersebut. Perilaku yang suka memerintah bisa jadi merupakan refleksi dari kepribadian yang kuat tersebut.
Jika sifat yang suka memerintah sudah ada sejak kecil, maka akan terbawa terus hingga sang anak memasuki usia sekolah. Ketika bersekolah anak berusaha untuk mencari teman, namun jika sifat tersebut tidak berubah maka anak akan mengalami kesusahan untuk bisa mendapatkan teman. Dan hal ini bisa memicu anak melakukan kekerasan agar bisa mendapat perhatian atau bisa diterima.
Thursday, July 2, 2009
Alergi Makanan pada Anak

KOMPAS.com - Apa yang Anda lakukan saat si kecil terserang alergi? Segera menghentikan makanan pemicu? Atau justru meneruskan makanan tersebut dengan harapan anak akan menjadi kebal bila terus menerus diberi makanan yang membuatnya alergi? Dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K)., dari bagian Ilmu Kesehatan Anak Departemen Alergi dan Imunologi, FKUI-RSCM, Jakarta, membeberkan segala hal tentang alergi. Semoga artikel ini dapat menjawab semua pertanyaan yang mengganjal soal alergi.
Apa sebenarnya penyebab alergi makanan?
Alergi makanan terjadi karena ada suatu reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang dan menimbulkan gejala yang merugikan tubuh. Umumnya, sistem kekebalan tubuh menyerang bakteri, virus, atau benda asing yang berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Alergi makanan terjadi karena sistem kekebalan tubuh salah mengartikan komponen makanan tertentu, (biasanya protein), sehingga bahan makanan tersebut dianggap sebagai zat berbahaya yang kemudian diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Nah, ini yang dimaksud dengan reaksi menyimpang.
Larangan Saat Menyuapi Si Kecil

KOMPAS.com - Memberi makan atau menyuapi si kecil memang bukan pekerjaan mudah. Akan terjadi berbagai reaksi penolakan dikarenakan berbagai sebab, dan untuk itu Anda harus ekstra sabar. Jangan memaksakan makanan kepada anak, hanya karena Anda terburu waktu untuk melakukan tugas lainnya. Pun memberikan bahan makanan tertentu yang sifatnya menenangkan atau menyembuhkan bagi orang dewasa, karena pengaruhnya bisa saja berbeda terhadap anak.
Wednesday, December 31, 2008
Tips Tangani Anak Flu dan Demam
Kapan sebaiknya membawa anak ke dokter?
Dokter anak menganjurkan Anda agar membawa anak ke dokter jika (1) anak yang berusia kurang dari 4 bulan demam; (2) mengalami gejala-gejala lain seiring dengan demam; (3) anak baru mulai jalan yang demam lebih dari 3 hari atau anak yang lebih tua dan sudah demam selama 6 hari. Pada kasus-kasus yang lain, biasanya aman memberikan ibuprofen atau acetaminophen kepada anak Anda yang demam.
Jangan pernah memberi aspirin, karena bisa menyebabkan sindrom reye, penyakit yang jarang terjadi tetapi sangat serius dan bisa merusak hati dan otak.
Apalagi yang bisa saya lakukan untuk menurunkan demam anak?
Anda bisa menggunakan busa mandi yang telah direndam dalam air hangat untuk mendinginkan kulit anak. Jangan pernah menggunakan air dingin, es, atau alkohol. Gunakan pakaian yang tipis dan jangan selimuti dengan selimut yang tebal.
Dokter anak menganjurkan Anda agar membawa anak ke dokter jika (1) anak yang berusia kurang dari 4 bulan demam; (2) mengalami gejala-gejala lain seiring dengan demam; (3) anak baru mulai jalan yang demam lebih dari 3 hari atau anak yang lebih tua dan sudah demam selama 6 hari. Pada kasus-kasus yang lain, biasanya aman memberikan ibuprofen atau acetaminophen kepada anak Anda yang demam.
Jangan pernah memberi aspirin, karena bisa menyebabkan sindrom reye, penyakit yang jarang terjadi tetapi sangat serius dan bisa merusak hati dan otak.
Apalagi yang bisa saya lakukan untuk menurunkan demam anak?
Anda bisa menggunakan busa mandi yang telah direndam dalam air hangat untuk mendinginkan kulit anak. Jangan pernah menggunakan air dingin, es, atau alkohol. Gunakan pakaian yang tipis dan jangan selimuti dengan selimut yang tebal.
Tuesday, October 14, 2008
Menghukum anak
Mendidik anak bukan pekerjaan mudah. Diperlukan formula yang pas antara kedisiplinan, kasih sayang, dan ketegasan. Sesekali, memeberi hukuman pada anak justru disarankan, tentu saja bukan hukuman fisik seperti pukulan atau cubitan.
Namun seringkali para orangtua dibuat keki karena sang anak merasa cuek dengan 'hukuman' itu, dan tak kunjung kapok. Bila hal ini terjadi, Anda perlu trik khusus agar hukuman kepada anak efektif.
1. Cuek
Jika dihadapkan pada masalah seperti ini, kunci utamanya adalah konsistensi. Berikan hukuman tak lebih dari 30 menit setelah dia melakukan kesalahan. Bila kebetulan tengah berada di tempat umum, berikan hukuman langsung di tempat. Di supermarket misalnya, Anda dapat menghukum anak dengan menyuruhnya duduk di dekat pintu keluar, di tempat yang agak sepi. Jika menunggu sampai tiba di rumah, berarti Anda kehilangan kesempatan untuk menghukumnya pada tempat dan waktu yang tepat.
Namun seringkali para orangtua dibuat keki karena sang anak merasa cuek dengan 'hukuman' itu, dan tak kunjung kapok. Bila hal ini terjadi, Anda perlu trik khusus agar hukuman kepada anak efektif.
1. Cuek
Jika dihadapkan pada masalah seperti ini, kunci utamanya adalah konsistensi. Berikan hukuman tak lebih dari 30 menit setelah dia melakukan kesalahan. Bila kebetulan tengah berada di tempat umum, berikan hukuman langsung di tempat. Di supermarket misalnya, Anda dapat menghukum anak dengan menyuruhnya duduk di dekat pintu keluar, di tempat yang agak sepi. Jika menunggu sampai tiba di rumah, berarti Anda kehilangan kesempatan untuk menghukumnya pada tempat dan waktu yang tepat.
Friday, September 19, 2008
Jangan Remehkan Jika Anak Bertanya
Anda harus bersiap-siap akan segala bentuk pertanyaan yang mungkin dilontarkan si kecil. Apalagi pada saat anak Anda memasuki usia 24 bulan. Ia sudah memiliki 100 kata dan sudah mampu menyusun dua kalimat, bahkan lebih. Ketertarikannya mulai berpindah dari benda ke orang-orang di sekitarnya, dan mulai memilii pertanyaan di mana, kapan, dan siapa.
Pada saat si kecil berusia 4 hingga 6 tahun, kemampuan menganalisa secara abstrak terbentuk cepat. Sehingga ia akan mulai bertanya dengan berbagai pertanyaan diawali dengan kata ”mengapa”.
Perlu diketahui, bahwa perkembangan kognitif dan bahasa saling berkaitan erat. Para ahli mengatakan bahwa hal yang paling baik dari perkembangan kognitif atau intelijensi pada tahap awal masa kanak-kanak adalah perkembangan kemampuan bahasanya. Anak belajar berkomunikasi dengan cepat dari non verbal hingga suara dan kata-kata.
Pada saat si kecil berusia 4 hingga 6 tahun, kemampuan menganalisa secara abstrak terbentuk cepat. Sehingga ia akan mulai bertanya dengan berbagai pertanyaan diawali dengan kata ”mengapa”.
Perlu diketahui, bahwa perkembangan kognitif dan bahasa saling berkaitan erat. Para ahli mengatakan bahwa hal yang paling baik dari perkembangan kognitif atau intelijensi pada tahap awal masa kanak-kanak adalah perkembangan kemampuan bahasanya. Anak belajar berkomunikasi dengan cepat dari non verbal hingga suara dan kata-kata.
Tuesday, September 9, 2008
Anak Gigis atau Ompong, Mengapa ?
Seorang ibu berkeluh kepada dokter tentang masalah gigi anaknya. Anak laki-lakinya yang berusia 3 tahun memiliki gigi yang bagian depan atas terkikis gigis. Dia bertanya bagaimana memperbaiki gigi anaknya selanjutnya.
Dokter mengatakan, cara memperbaiki gigi anak yang paling umum adalah mengurangi konsumsi gula (terutama dari susu yang merupakan asupan batita). Anak seharusnya tidak dibiarkan minum susu (atau jus) yang manis kemudian langsung tidur. Karena, gula akan bekerja sangat baik bersama kuman dalam menghancurkan gigi.
Gigi seorang anak (bayi) merupakan bagian yang berkembang terus seperti juga anggota tubuh yang lain, meskipun tampak seperti benda keras. Banyak hal yang mempengaruhi gigi dan gusi tumbuh sehat dan kuat.
Dokter mengatakan, cara memperbaiki gigi anak yang paling umum adalah mengurangi konsumsi gula (terutama dari susu yang merupakan asupan batita). Anak seharusnya tidak dibiarkan minum susu (atau jus) yang manis kemudian langsung tidur. Karena, gula akan bekerja sangat baik bersama kuman dalam menghancurkan gigi.
Gigi seorang anak (bayi) merupakan bagian yang berkembang terus seperti juga anggota tubuh yang lain, meskipun tampak seperti benda keras. Banyak hal yang mempengaruhi gigi dan gusi tumbuh sehat dan kuat.
Subscribe to:
Posts (Atom)