Thursday, December 17, 2009

Payudara Bocah Lelaki Abnormal Akibat Mainan Mengandung Ftalat

Washington, Jika sebelumnya diketahui zat kimia yang terdapat pada mainan plastik bisa membuat anak laki-laki sifatnya menjadi feminin, kini penelitian terbaru menunjukkan zat kimia tersebut juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan payudara abnormal pada anak laki-laki.

Zat kimia yang bernama ftalat ini keamanannya memang telah diragukan oleh sejumlah ilmuwan. Ftalat selama ini diklaim oleh perusahaan mainan untuk melembutkan mainan yang terbuat dari plastik dan menstabilkan pengharum yang aman.

"Kita perlu mulai berpikir bagaimana mengatur kebijakan zat kimia ini sehingga ftalat tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi anak-anak," ujar Dr Sheela Sathyanarayana, asisten profesor pediatri di University of Washington, seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (17/12/2009).

Ftalat ditemukan dalam banyak produk seperti mainan bayi, plastik, barang eletronik, tirai kamar mandi, produk perawatan pribadi (parfum dan shampo) serta pada pembungkus makanan.

Beberapa penelitian sebelumnya memang telah menemukan hubungan antara ftalat dengan gangguan hormon yang menyebabkan anak laki-laki senang bermain dengan mainan perempuan.

Dalam studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti Turki, memeriksa kadar ftalat dalam darah 40 anak yang didiagnosa menderita gynecomastia (pembesaran payudara) dan 21 anak laki-laki yang tidak memiliki kondisi tersebut. Didapatkan anak laki-laki yang menderita gynecomastia, memiliki kadar ftalat 2,5-28 kali lebih tinggi. Hasil ini dilaporkan dalam Journal Pediatrics.

"Diperkirakan sekitar 65 persen remaja laki-laki bisa memiliki kemungkinan terjadinya pembesaran payudara. Kondisi seperti ini biasanya berkaitan dengan hormon estrogen dan progesteron, yakni salah satunya meningkat tapi yang lainnya menurun," ujar Dr Elif Ozmert dari Universitas Hacettepe di Ankara, Turki.

Namun, jika kadar hormon estrogen meningkat akibat paparan ftalat, maka hal ini juga dapat memberikan pengaruh pada pertumbuhan awal payudara anak perempuan. "Kemungkinan efeknya tidak terbatas pada anak laki-laki saja, tapi konsekuensinya saja yang berbeda," ujar peneliti.

Untuk itu sebaiknya orangtua mengurangi atau membatasi paparan dari zat kimia ftalat dalam kehidupan sehari-hari sang anak, terutama menghindari produk-produk plastik yang diberi label No 3.

Detik.com

No comments:

Post a Comment